Bisakah lumpur Lapindo dijadikan material cerdas?

Juli 24, 2009 at 5:25 am 3 komentar

Lumpur Lapindo sampai sekarang masih cukup sulit ditangani. Namun ketika nanti bisa dihentikan semburannya atau berhenti dengan sendirinya, maka akan menimbulkan pertanyaan besar yaitu akan diapakan gunung lumpur sebanyak itu? Kalau ditunggu sehingga memadat dan bisa dijadikan areal pemukiman atau lahan tentunya membutuhkan waktu lama. Padahal lokasi disana merupakan kawasan yang cukup berkembang dan sebagian merupakan area industri. Di negara maju telah diteliti pemanfaatan lumpur alam untuk membuat zeolit sintetik. Lumpur ini biasanya mereka dapatkan dari pengerukan danau dan sungai yang mengalami pendangkalan. Hal ini memungkinkan karena dalam lumpur tersebut terkandung senyawa silika dan alumina yang merupakan komponen utama penyusun zeolit.
lapindo

Cara mengubah lumpur endapan menjadi zeolit yang dapat dimanfaatkan sebagai penjerap, katalis dan filter ini cukup sederhana. Langkah – langkah utamanya adalah lumpur dikeringkan kemudian digiling hingga halus. Kemudian hasil gilingan diayak untuk mendapatkan fraksi ukuran yang sesuai. Kemudian hasil ayakan dicampur dengan larutan basa pekat biasanya dipakai NaOH, kemudian dipanaskan dalam kontainer tertutup pada suhu sekitar 100 C selama 24 jam. Setelah itu disaring dan dicuci kemudian dikeringkan maka akan didapatkan zeolit buatan.

Zeolit yang didapatkan biasanya memiliki struktur kristal campuran. Hal ini bisa dianalisa menggunakan alat XRD. Dengan mengubah – ubah kondisi operasi diatas maka kita dapat mengatur zeolit hasil memiliki struktur kristal tertentu. Salah satu karakter yang cukup penting lainnya adalah luas permukaan dari zeolit yang didapat yang bisa diukur dengan alat Surface Area analyzer. Kemudian kapasitas pertukaran kation (CEC) juga penting untuk mengetahui seberapa kemampuan zeolit yang didapatkan sebagai material penukar ion.

Pembuatan zeolit sintetik ini secara ekonomis mungkin sekarang ini tidak bisa bersaing dengan zeolit alam yang mudah didapatkan. Namun perlu diingat jika zeolit alam merupakan bahan tambang yang suatu ketika bisa habis. Saat ini pemanfaatan zeolit merambah ke berbagai hal seperti campuran makanan hewan, dasar aquarium, media tanam bahkan sebagai campuran pupuk agar zat aktif dalam pupuk bisa dikeluarkan secara tepat dan perlahan – lahan. Sehingga bisa jadi zeolit sintetik ini apalagi jika kita bisa memodifikasinya sehingga memiliki sifat yang unggul atau cerdas tentunya kedepan akan bisa bersaing dengan produk alam.

Cha

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Definisi Berbahayakah Nanomaterial?

3 Komentar Add your own

  • 1. ana  |  Maret 2, 2010 pukul 3:35 am

    klo d bwt pkm tenteng ini ada saran bwt apa g?…. klo ada kbarin ya? cos ada tugas material dr dosen… he8 mkceh

    Balas
  • 2. bie  |  Januari 15, 2011 pukul 2:53 am

    aku mw tanya???apa bener semudah itu buat zeolit dari lumpur lapindo???oh ya jurnalnya mana biar lebih percaya gitu….trus kadar NaOH yang dipakek berapa?

    Balas
    • 3. materialcerdas  |  Februari 7, 2011 pukul 11:12 am

      memang proses ckup mudah dengan melarutkan silika yg terkandung dengan alkali pekat kemudian di treatment dengan kondisi dan suhu tertentu maka zeolit akan terbentuk, silahkan dicari dgn mesin pencari jurnal misalkan sciencedirect dengan kata kunci zolite AND sludge, kadar naoh (padat murni) biasanya minimal 1:1 terhadap lumpurnya yg dilarutkan dengan sedikit air suling. trimaksih

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Pengunjung

  • 189,142
Juli 2009
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: