Belajar dari ‘LifeStaw’, teknologi sederhana yang menyelamatkan ribuan nyawa

Dinegara berkembang, banyak masalah kesehatan dimasyarakat terjadi dikarenakan akses terhadap air minum yang aman sangat terbatas. Untuk itulah sebuah perusahaan membuat sebuah inovasi yang sebenarnya berdasarkan dari teknologi yang sederhana yang mereka beri nama LifeStraw. Alat ini berupa tabung yang berfungsi sebagai penyaring air personal yang dapat menyaring air kotor menjadi air yang layak minum dengan cara menghisap dari salah satu ujungnya seperti halnya meminum minuman menggunakan sedotan. Gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana bentuk alat dan pemakaiannya.

lifestraw

Teknologi yang berada didalam tabung cukup sederhana. Intinya adalah menyaring kotoran dan membunuh bakteri. Pertama – tama air kotor akan melalui saringan kain dengan diameter tertentu yang akan menahan partikel – partikel pengotor. Kemudian setelah disaring air akan melewati bahan isian yang telah diimpregnasi dengan iodin. Diharapkan ketika melewati bahan isian ini iodin akan mampu membunuh bakteri, parasit dan virus. Setelah itu air akan melewati ruang kosong yang berfungsi untuk memberikan waktu tinggal yang cukup agar iodin yang terbawa aliran dapat membunuh bakteri dengan sempurna. Selanjutnya air akan melewati butiran karbon aktif yang berfungsi untuk menjerap iodin yang terbawa aliran, menghilangkan bau, serta menyaring zat – zat lain yang tidak bisa hilang dalam proses sebelumnya.

Masih ada beberapa kendala dari alat ini, yaitu kadang iodin yang terikut tidak dapat ‘dinetralkan’ secara baik oleh karbon aktif. Sehinga menimbulkan bau yang tidak sedap dari iodin. Namun hal ini bisa juga dianggap sebagai kelebihan karena dinegara berkembang banyak masyarakat yang kekurangan iodin. Kemudian ada juga bakteri yang tidak dapat mati karena iodin. Maka masih terbuka luas penelitian untuk menyempurnakan teknologi ini. Namun ide dasarnya perlu mendapat pengakuan yang tinggi.

Alat ini merupakan inovasi yang luar biasa yang didasarkan pada ilmu dan teknologi sederhana. Semoga kita bisa belajar dari teknologi ini, bahwa untuk memberikan kemanfaatan pada manusia tidak harus dengan penerapan teknologi yang sangat tinggi namun dengan teknologi sederhana yang diaplikasikan dengan tepat akan memberikan daya guna bagi masyarakat.

Sumber : http://www.medgadget.com/archives/2005/05/lifestraw.html

Cha

1 Komentar Add your own

  • 1. lahika  |  April 1, 2011 pukul 4:46 am

    like this

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: