Dari abu menjadi material cerdas

Jangan dikira abu adalah material yang tidak berguna. Biasanya suatu padatan kalau terbakar dan menyisakan abu maka abu tersebut akan dibuang begitu saja. Setelah banyak diteliti ternyata abu dari jenis tanaman tertentu seperti padi, tebu dan gandum mengandung banyak kandungan silika. Silika dari tanaman ini cenderung lebih mudah diekstrak dibandingkan dari sumber alam lainnya. Biasanya ekstraksi memakai metode ekstraksi alkali. Setelah didapatkan larutan silika dalam alkali pekat, maka dengan mudah kita dapat memakainya sebagai prekursor dari berbagai jenis material cerdas seperti zeolit sintetik ataupun mesoporous silica. Mesoporous silica adalah nanomaterial yang terbuat dari silika yang memiliki pori-pori seragam dalam kisaran mesopore (2 – 50 nm) yang kegunaannya bisa sebagai katalis, saringan molekuler ataupun bahan penjerap. Contoh dari bahan ini dapat dilihat pada tampilan gambar TEM dibawah ini. Mesoporous silica yang ada dalam gambar ini disintesa memakai sumber silika dari abu ampas tebu. Nampak pori yang seragam dan teratur terkandung dalam mesoporous silika material.

Sintesa dari material tersebut biasanya memakai sumber silika murni misalkan TEOS (Tetraethyl Orthosilicate) yang dicampur dengan suatu jenis surfaktan sebagai template. Setelah terbentuk larutan homogen yang disebut sol kemudian diubah keasamannya sehingga terbentul suatu gel. Gel kemudian diberi perlakuan hidrotermal dalam kontainer tertutup. Setelah perlakuan tersebut padatan akan terbentuk yang selanjutnya bisa disaring dan dikalsinansi untuk menghilangkan surfaktannya sehingga pori-pori yang seragam bisa didapatkan. Jika ekstrak silika dari limbah padat dapat kita sediakan, maka ekstrak tersebut bisa menggantikan TEOS yang harganya relatif mahal. Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam ekstrak yang berasal dari limbah tersebut juga terlarut bahan-bahan lain tidak hanya silika misalkan alumina, dan kalsium tergantung dari kandungan bahan sebelum diekstrak. Kandungan selain silika ini bisa saja tidak diinginkan tapi bisa pula menguntungkan tergantung dari tujuan akhir penggunaan material tersintesa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: