Efek zeolit pada produksi gas metan

Telah diteliti pengaruh dari penambahan zeolit alam terhadap kinerja digester dalam memproduksi gas metan. Para peneliti telah mengaplikasikan penambahan zeolit dengan kadar tertentu kedalam campuran kotoran hewan sebelum diumpankan kedalam digester untuk menjalani proses penguraian secara anaerob. Didapatkan hasil bahwa penambahan zeolit dengan kadar tertentu bisa meningkatkan produksi biogas (gas metan) secara signifikan.

Puxin digester

Kita ketahui bahwa ada beberapa sarat penting yang harus dipenuhi supaya kinerja digester dapat efisien. Dua diantaranya adalah rasio C/N umpan dan pH larutan. Rasio C/N dan pH ideal sangat perlu dipertahankan agar bakteri dapat hidup dan bekerja dengan baik. Biasanya C/N rasio ideal adalah berkisar antara 15-25. Untuk jenis kotoran ternak tertentu secara alami mengandung unsur N yang tinggi misalkan kotoran ayam dan babi. Kotoran dari hewan tersebut banyak mengandung sisa nutrisi (protein) dan urea. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya senyawa amonia ketika kotoran mengalami proses penguraian. Senyawa amonia khususnya dalam bentuk amonia bebas dapat menjadi inhibitor dari bakteri anaerobik. Amonia bebas akan semakin banyak terproduksi jika suhu dan pH dan kadar amonia semakin tinggi.

Fungsi dari zeolit disini adalah untuk mengatur konsentrasi senyawa nitrogen sehingga C/N rasio dapat mendekati ideal dan kadar amonia dapat ditekan. Zeolit juga akan menjaga pH larutan didalam digester dalam batas yang optimal. Dalam suatu penelitian didapatkan konsentrasi optimal zeolit yang ditambahkan sekitar 10 gram untuk tiap liter umpan digester. Penambahan zeolit mampu menekan kelebihan unsur N dengan cara menjerap ion amonium dalam campuran umpan sekaligus mempertahankan pH.

Menurut pengalaman pribadi penulis, ada satu hal yang perlu diantisipasi ketika melakukan penambahan zeolit pada sistem digester sederhana (tidak memakai sistem pengadukan) yaitu akumulasi zeolit dalam digester. Tanpa ditambahkannya zeolit saja akan terakumulasi padatan didasar digester yang perlu dibersihkan secara berkala. Endapan tersebut sebagai akibat dari penumpukan kotoran yang terbawa dalam umpan serta bakteri yang mati. Dengan sengaja menambah padatan masuk kedalam umpan maka proses pendangkalan digester akan semakin cepat. Sehingga perlu dipastikan agar zeolit dapat keluar bersama sisa proses penguraian dalam digester dengan olakan ataupun mekanisme yang lain.

sumber: BIOSYSTEMS ENGINEERING 99 ( 2008 ) 105 – 111

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: