Pendingin Zeolit

Zeolit dapat dimanfaatkan sebagai media utama dalam sistem pendinginan yang murah dan sederhana. Pendingin zeolit ini dapat menjadi solusi kebutuhan pendinginan didaerah – daerah terpencil, misalkan untuk membawa obat atau vaksin ke pelosok – pelosok daerah. Namun aplikasi dibidang industri juga telah dimulai misalkan untuk pengiriman barang yang perlu pendinginan tanpa terhubung dengan listrik. Prinsip pendinginan ini sederhana yang berdasar pada fenomena sorpsi uap air kedalam zeolit alam (clinoptilolit).

Alat utama terdiri dari dua ruangan yang saling terhubung salah satu ruang diisi air dan lainnya diisi dengan zeolit. Kemudian alat diturunkan tekanannya dengan pompa vakum. Karena terjadi penurunan tekanan, maka suhu didh air juga akan menurun sehingga terjadi penguapan yang signifikan dari air dalam bejana tersebut. Peristiwa penguapan akan mengambil panas dari lingkungan, sehingga suhu akan turun. Uap air akan mengalir ke bejana yang berisi zeolit dan terjadilah penjerapan uap air oleh zeolit yang akan melepas panas. Sehingga sebenarnya disini terproduksi panas yang bisa juga dimanfaatkan. Skema proses yang reversibel ini digambarkan dalam gambar berikut.

zcool
(sumber: http://www.nrel.gov)

Proses ini akan secara kontinyu berlangsung asalkan zeolit belum jenuh oleh uap air dan atau air belum habis menguap. Zeolit yang telah jenuh sebenarnya mudah untuk diregenerasi yaitu dengan pemanasan. Untuk aplikasi sederhana, sebenarnya bisa memakai pompa vakum manual dan digabung dengan kolektor sinar matahari untuk keperluan regenerasi zeolit yang dimasukkan kedalam kontainer logam. Skema alat pendingin sederhana disajikan dalam gambar berikut.

image007
(sumber:ecosustainablevillage.com)

6 Komentar Add your own

  • 1. Budi  |  Oktober 21, 2009 pukul 10:24 am

    Salam Kenal.
    Informasinya bagus teman. Mungkin kalau ada lagi informasi tentang cara pembuatanya bisa dimasukan juga. Terima kasih sebelumnya.

    Balas
    • 2. materialcerdas  |  Oktober 22, 2009 pukul 1:54 am

      Salam kenal juga,

      Trimakasih komentarnya. Nantikan artikel selanjutnya

      Balas
  • 3. jamal  |  Februari 6, 2011 pukul 3:46 pm

    dimana bisa dapet zeolit nya? terimakasih

    Balas
    • 4. materialcerdas  |  Februari 7, 2011 pukul 10:57 am

      tergantung jenis zeolitnya, kalau zeolit alami bisa didapatkan ditoko bahan galian/material yg menjual. Sedangkan zeolit murni sintetik bisa didapatkan/dipesan di toko bahan kimia, trimakasih

      Balas
  • 5. khalid  |  Desember 10, 2011 pukul 5:58 am

    hmm. boleh nanya ngk ni… klw zeolit itu kita gabung dengan material tembaga bisa ataw nggk ya..ataw dengan material logam lain nya..?mslah nya kita mau buat suatu material logam yang ada mengandung zeolitnya.?? mhon penjelasan nya..?

    truss, klw zeolit itu tahan atw nggk dengan suhu panas?

    Balas
    • 6. materialcerdas  |  Desember 11, 2011 pukul 10:24 am

      Tentu saja boleh dan terimakasih sekali atas pertanyaannya. Zeolit khususnya untuk apikasi sebagai katalis biasanya di-impregnasi dengan logam misalkan tembaga, platina, aluminium dsb untuk meningkatkan kemampuan katalisisnya. Namun perlu diketahui logam disini berupa partikel yg sangat kecil yg disusupkan kedalam permukaan porinya yang biasanya dilakukan dengan metode precipitation atau chemical impregnation kemudian diikuti dgn pemanasan suhu tinggi (kalsinasi). Sehingga tentunya zeolit sama seperti material berbahan silika lainnya tahan akan suhu tinggi paling tidak sampai 700 C tergantung jenisnya. Jika ingin memastikan bisa dengan mengecek struktur kristalnya sebelum dan sesudah pemanasan dengan alat XRD (silahkan baca artikel terkait XRD). Jika tidak ada perubahan XRD pattern-nya berarti zeolit tahan akan pemanasan sampai suhu tersebut. Namun ditinjau dari pertanyaan saudara saya duga anda akan membuat komposit campuran logam dan zeolit bukan mengembankan logam kedalam zeolit. Untuk aplikasi tersebut saya tidak menguasai, namun saran saya perlu dicek kekuatan dari komposit logam-zeolitnya dan pastikan pori-pori zeolit tidak banyak tertutup dan struktur kristalnya tidak rusak.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: