Sturktur Kristal 2

Untuk mendiskripsikan perubahan properti dari kristalin material seperti respon material tersebut terhadap proses deformasi maka kita perlu mendiskripsikan dengan bahasa yang universal mengenai:
1. Arah didalam kristal
2. Bidang/irisan atomis (atomic planes) dalam sebuah kristal

Arah dalam latis kristal ditentukan relatif terhadap aksisnya yang didefinisikan oleh unit vektor dari unit sel. Indeks dari arah suatu kristal dituliskan dalam tanda kurung [ ]. Arah dari kristal adalah suatu vektor yang dapat dinyatakan dalam unit vektor a, b dan c. Secara umum indeks dari arah diberikan dalam bentuk [uvw] dimana u, v dan w adalah bilangan bulat yang terkecil. Untuk vektor berarah negatif maka dituliskan dengan menambahkan garis diatas u, v atau w. Contoh beberapa arah kristal pada sistem cubic dijelaskan dalam gambar dibawah ini.

direction
(sumber=nie.edu.sg)

Karena irisan dari sebuah kristal merupakan objek dua dimensi, maka garis normal dari bidang irisan tersebut digunakan untuk mendiskripsikan bidang tadi. Miller indeks biasa digunakan untuk menentukan bidang irisan didalam kristal. Satu set bidang yang paralel dengan jarak yang seragam memiliki indeks yang sama. Indeks untuk bidang irisan dituliskan dalam kurung ( ). Biasa dipakai tiga bilangan bulat, h, k dan l sehingga dituliskan (h k l). Jika sebuah bidang sejajar dengan suatu aksis maka indeks untuk aksis ini nilainya 0. Jika arah dari suatu bidang bernilai negatif, maka indeks diberi tanda garis diatasnya. Contoh dari penamaan bidang irisan kristal ditunjukan pada gambar berikut ini.

miler

Langkah mudah untuk memberikan indeks miller dari suatu bidang irisan adalah sebagai berikut:
1. Ambil titik asal (titik 0) dari bidang
2. Tentukan nilai intersep dari setiap aksis (1/h)a, (1/k)b, (1/l)c dari titik asal, contoh jika intersep adalah (1/2)a, (1/3)b, (1/1)c, maka indeks bidang tersebut adalah (2 3 1) seperti gambar dibawah ini.
3. Jika intersep ∞ atau bidang paralel dengan aksis maka indeksnya bernilai nol.

samplemiler

Arti fisis dari Miller indeks adalah indeks ini menyatakan:
1. Orientasi dari bidang atomik melalui harga h, k dan l
2. Jarak antar bidang, yaitu jarank antara bidang yang melewati titik asal dengan bidang berikutnya.
Perbedaan jarak dari dua bidang dicontohkan dengan gamabr dibawah ini, bidang (2 2 2) memiliki jarak antar bidang yang lebih kecil dari bidang (1 1 1).

jarak

Jarak dari satu set bidang (hkl)) adalah jarak terpendek dari dua bidang yang berdekatan. Jarak merupakan fungsi dari (hkl), yang secara umum semakin besar harga indeks maka semakin kecil jarak antar bidang tersebut. Untuk latis berbentuk kubik, rumus dari jarak antar bidang hkl (dhkl):
rumusdhkl

Nilai a adalah latis parameter. Untuk bentuk – bentuk kristal yang lain rumusnya lebih rumit.

7 Komentar Add your own

  • 1. S@iNt_88  |  Februari 23, 2010 pukul 2:14 pm

    goooood….. it’s meaningfull

    Balas
  • 2. okviyoandra  |  Mei 24, 2011 pukul 9:43 am

    izin sedot gan…dari td ane cari info kek gini…thanks for share….
    salam kenal….

    Balas
  • 3. rahaiiu  |  April 14, 2013 pukul 12:47 pm

    🙂

    Balas
  • 4. Asmarhadi Maulana  |  September 23, 2014 pukul 10:24 am

    Terima kasih🙂 sangat berguna sekali. Semoga mendapat kebaikan yang berlipat ganda. aaammiin

    Balas
  • 5. nda handa  |  November 3, 2014 pukul 7:59 pm

    terimakasih,,,🙂

    Balas
  • 6. Padang rumput  |  April 27, 2015 pukul 1:14 am

    helpfull🙂

    Balas
  • 7. juwana  |  Maret 3, 2016 pukul 2:26 am

    Materinya sangat membantu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: